20 Maret 2011

JOURNEY TO THE SKY


Ketika langit adalah segalanya
Ketika Bulan memanah hatimu dengan purnama
Ketika bintang memesonamu dengan dingin yang menusuk sukma
Deru angin melabuhkan mimpimu di pelataran hatiku
Aku menggigil memaknai rasa
Sakit yang begitu menusuk?
Atau syahdu yang begitu meremuk?
Sekian tahun terpenjara dalam tanya......

Dan malam kian purba
Bulan masih setia menemui purnama
Seribu nyanyian jangkrik melewati mimpi dini hari
Orkestra katak silih berganti memintal irama mimpi
Embun melukis resahnya karena harus bertemu mentari
Deru angin itu mengantarkanmu kembali membawa gelora yang pernah menjadi saksi
Mengapa perlu waktu sekian lama untuk memaknai
Bahwa rindu itu memang tak pernah berhenti

Kau yang memenjara asa,
Tahukah kau mengapa tatapku bercahaya?
Sinar purnama memendarkan danau yang menggenang di dalamnya......
Merebut mimpi, mendekap nurani, merasuk diri
Hingga malam ini, aku tak mampu lagi sembunyi...


02 Oktober 2010

MAAFKAN AKU IBU...

Aku gadis belia. Usiaku baru 16 tahun. Tapi cerita hidupku yang akan aku ceritakan ini, mungkin akan membuat anda tercengang. Aku sudah menikah. Anda pasti terkejut? Gadis seusiaku seharusnya masih suka bersenang-senang bersama teman-teman sekolah. Ah.. aku ceritakan ini supaya kamu tidak mengalami kesalahan yang pernah aku lakukan. Aku ingin berbagi kisah hidupku karena aku tak mau kawan kawan sebayaku melakukan perbuatan tolol seperti yang pernah aku lakukan.
Semua berawal sebuah HP yang diberikan oleh orangtuaku kepadaku. Aku keranjingan mengirim SMS. Aku senang sekali pada telpon telpon salah sambung yang sering berlanjut menjadi pertemanan dalam SMS. Aku main SMS dimanapun aku berada. Di rumah, di Sekolah, di kelas ketika guru sedang mengajar, di angkot ketika pulang pergi sekolah, dimana saja. Prestasi belajarku menurun. Padahal sebelumnya aku selalu berada di posisi sepuluh besar di kelas. Aku mulai berteman dengan teman teman gaul yang sering mengajakku untuk mencoba coba sesuatu yang baru, seperti merokok, minum minuman beralkohol bahkan merokok ganja. Semua itu kulakukan karena ingin coba –coba dan mengikuti teman temanku.
Reputasiku di sekolah sudah mulai buram. Kelas satu yang penuh nilai bagus, aku tinggalkan dalam kenangan. Happy yang manis dan pinter sudah berubah dengan Happy yang sering dipanggil guru BK. Tertangkap sedang merokok di belakang kelas, sedang jajan di jam pelajaran, Bolos dan sebagainya. Aku melakukan semuanya begitu saja. Aku senang bergaul seperti itu. Aku mencari sesuatu yang selama ini belum pernah aku rasakan. Sesuatu yang baru selalu menarik perhatianku. Termasuk cowok. Ya, aku pun mulai mengenal istilah pacaran.
Pacar pertamaku adalah teman sekolahku, namanya Saddy. Dia sudah berusia 3 tahun di atasku. Mungkin dulu dia sempat tidak naik kelas. Saddy memperkenalkan aku pada dunia baru lebih indah lagi di masa remajaku. Cinta. Ya, cinta itu ternyata indah dan nikmat rasanya. Pokoknya berjuta rasanya. Hal ini juga yang membuatku dipanggil guru BK untuk yang kesekian kalinya. Aku ketahuan berciuman di belakang kelas. Jadi pemanggilan demi pemanggilan, nasihat demi nasihat hanya berlau bersama angin. Terbang bersama debu jalanan yang menyesakkan dada. Apalagi guru yang memanggilku itu hanya mengerutu dan mengomel saja atas tingkah burukku. Bukan itu yang aku butuhkan. Apapun yang kau katakan selama kau menganggapku siswa penuh masalah yang hanya memenuhi buku kasus saja, maka selama itu pula aku tak akan mendengar nasehatmu. Aku juga manusia Pak, Aku berpikir, aku butuh dihargai. Aku bukan sampah yang kau ancam ancam akan kau keluarkan dari sekolah jika aku tak segera memperbaiki kelakuanku.
Kelas dua berlalu dalam diam, aku naik kelas dengan nilai pas-pasan. Bukannya insyaf, tapi aku malah semakin banyak ulah. Aku berteman dengan biangmya keributan di sekolah. Dari dia juga aku mendapatkan lintingan ganja. Sampailah pada puncak permasalahan. Aku hampir di depak dari sekolah tiga bulan menjelang Ujian. Tapi Tuhan masih memanjakanku dengan berbagai kenikmatan. Aku berhasil bertahan, sekolah memberi kebijakan dan memberikan aku kesempatan kedua.
Aku sama sekali tak konsen belajar. Aku semakin sering main ke tampat pacarku yang ketiga. Aku sebetulnya menyadari bahwa aku segera akan menghadapi Ujian Nasional, tetapi aku tak ambil pusing. Aku sering diajak main ke rumah cowokku. Keadaan di rumhnya selalu sepi sehingga kami leluasa untuk bermesraan. Sampai pada suatu ketika aku lepas kontrol. Aku kehilangan keperawananku di sebuah siang hari yang sepi. Aku tak menyadari kenapa semua bisa terjadi. Aku terpukul. Aku masih punya masa depan yang panjang. Tapi.... kenapa aku bisa dengan tololnya menyerahkan kehormatanku untuk orang yang bukan suamiku.
Aku goyah. Aku merasa tak berharga lagi. Dunia yang sebelumnya buram dalam pandanganku semakin tampak kelabu di mataku. Dunia seolah berhenti berputar, dan aku termangu dalam tubuh dan jiwa yang kotor. Aku adalah gadis ternoda yang tak punya masa depan lagi, sehingga satu satunya yang harus aku lakukan adalah menjaga hubunganku dengan pacarku supaya dia tidak meninggalkan aku karena aku telah diperawaninya. Aku harus minta tanggungjawabnya. Aku terus terganggu dengan kesalahan yang sudah aku lakukan. Hanya dia yang mau denganku. Hanya dia. Laki laki lain akan memandangku hina. Hidupku sudah berhenti semenjak itu. Tak ada lagi bayangan seragam abu-abu berkelebat di benakku. Aku mau menikah saja. Itu jalan terbaik.
Aku semakin malas belajar sementara ujian di depan mata. Aku masih tak berhenti merutuk pada diri sendiri kenapa aku bisa melakukannya perbuatan terkutuk itu. Bagaimana seandainya pacarku itu tak mau bertanggungjawab atas perbuatannya. Bagaimana aku menghadapi kehidupan ini. Sedangkan aku sudah kotor, dan tak suci lagi.
Pada suatu hari, karena semakin kalut dengan pikiran yang ada di kepalaku. Aku tak mau pulang dari rumah pacarku. Selama tiga hari aku menginap di rumah pacarku. Aku tahu ibuku datang ke rumah pacarku untuk mencariku, tetapi pacarku dan aku berkeras untuk tak memberitahukan kepadanya. Akhirnya apa yang aku harapkan terjadi. Keluarga pacarku akan menikahkan kami berdua. Aku tak bahagia mendengarnya. Aku cuma senang saja. Setidaknya aku merasa aman dengan ketidakperawananku yang setengah mati aku sesali.
Sudah seperti dugaanku. Orangtuaku tidak menerima lamaran keluarga suamiku. Kata mereka ibuku marah sekali. Hatiku seperti teriris ketika melihat amanat ibuku. Aku bisa merasakan sakit hatinya. Aku anak gadis pertamanya, meninggalkan rumah dalam keadaan seperti ini, maka wajar bila ibuku memberi amanat Tante Miranda, wakil dari ibuku yang menghadiri pernikahanku. Tante Miranda menampar wajah suamiku di depan semua tamu. Aku tidak sakit hati. Aku hanya menitikkan airmata mata, mendengar bahwa tamparan itu adalah amanat dari ibuku. Duh Ibu, Happy terima semua ini. Happy memang tak pantas hidup bersama Ibu lagi. Happy kotor, maka biarkan Happy menebus semua kesalahan Happy bersama suami Happy.
Pernikahan itu ternyata bukan solusi. Aku tinggal bersama keluarga suami. Aku tidak mendapat tempat juga di hati mereka. Aku diperlakukan tak ubahnya seperti pembantu rumah tangga. Aku mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, dari mencuci, masak, bersih-bersih sampai menggosok. Pada awalnya aku bertahan, tetapi lama lama aku tak kuasa menahan beban. Tubuhku semakin kurus karena kurang makan. Keluarga suamiku bukan keluarga yang kecukupan, semua makanan yang aku masak seringkali habis sebelum aku sempat menikmatinya. Badanku semakin lemah. Tetapi tak satupun yang bisa aku lakukan.
Mengapa seluruh hidupku menjadi begini nista. Ibu, aku rindu, Ayah aku rindu padamu. Setiap kali mengingat mereka, hanya airmata yang menetes di pipi. Aku didera perasaan bersalah yang amat sangat. Aku seringkali menatap keluargaku dari ujung jalan. Aku melihat mereka sehat saja sudah cukup membuatku nyaman. Aku ingin sekali memeluk mereka. Tapi aku tak bisa. Aku ingin pulang Ibu... Tapi aku takut kalian tak menerimaku. Puteri kalian yang telah mempermalukan kalian begitu rupa.
Hari berganti, minggu berjalan dan bulan pun berlari. Aku semakin tertekan dengan semua keadaan. Aku semakin lemah. Aku tahu aku sakit, tetapi waktu aku minta suamiku untuk mengantarku pergi berobat, suamiku hanya mengantarku ke bidan. Tak ada pengecekan ini dan itu yang biasa dilakukan di kedokteran. Aku tahun aku sakit, tapi aku tak berdaya. Hingga suatu saat suamiku mengajakku untuk menjalankan kewajiban aku tak sanggup, bukan kasihan yang kudapatkan tapi tamparan dan makian. Ya Tuhan... apakah ini cobaan, apakah ini ganjaran atas zina yang telah aku lakukan?. Aku sudah tak bisa melihat harapan, bahkan aku sudah kehilangan orientasi. Bahkan sudah tak sanggup merasakan sakit hati ketika suamiku menyuruh aku pergi. Dia bilang sudah menceraikan aku. Aku sudah tak sanggup menangis. Bahkan aku tertawa melihat nasib dan hidup mempermainkan si pendosa ini. Sampai pada suatu hari suamiku mengatakan akan mengantarkan aku pulang. Mungkin dia tak mau mengurusku dan hanya menganggap aku menjadi beban.
Aku melangkah pelan di halaman depan rumahku. Aku kembali padamu Ibu, Bapak....Seaat aku tak sanggup berkata-kata dadaku sesak karena airmata dan pelukan. Teriakan ibuku melihat keadaanku membuatku semakin pucat dan kehilangan kesadaran..Maafkan Happy Bu, Maafkan Happy, kataku lemah. Aku tak sanggup melihat ekspresi wajahmu Ibu. Aku berdosa Bapak.. Aku tak pantas untuk berada di antara kalian...
Bapak dan Ibuku menerimaku. Bahkan mereka menyayangiku luar biasa. Mereka menciumku, memelukku, mereka memberiku makanan yang selama ini kurang aku terima dengan layak. Aku dibawa ke dokter, tetapi setelah obat habispun kondisiku tak mengalami perubahan. Aku merasakan kasih sayang Bapak Ibuku sungguh luar biasa. Aku sungguh tak menyangka mereka akan menerimaku kembali menjadi anak mereka. Aku sudah terlalu banyak membuat dosa. Dalam hati aku berjanji, kalau memang diberi kesempatan aku akan membuat mereka selalu tersenyum. Tak pernah bermuram karena tingkah yang aku lakukan. Mereka bilang, mereka akan menyekolahkan aku lagi. Aku merasa berada di dunia lagi. Karena kemarin.. aku merasa sudah mati. Aku merasa punya masa depan lagi.
Ibu,... engkau sungguh wanita yang benar-benar berhati mulia. Kau maafkan aku yang telah begitu banyak membuat malu dirimu. Dalam kelemahanku, ada senyumku bahagia. Pelukan dan belaian Bapakku membuat nafasku menjadi sedikit lebih nyaman dari sebelumnya. Setidaknya aku bisa merasakan kasih mereka dalam sakitku. Wajah marah mereka ketika aku berlaku menjadi puteri durhaka, masih kuingat dengan sangat jelas. Wajah yang mencerminkan sakit hati yang tiada tara itu sekarang tak ada lagi. Mereka mencintaiku. Masih mencintaiku. Aku mulai melihat cahaya. Indah.
Beberapa hari aku bersama mereka, keaadaanku semakin lemah. Tapi aku merasa aku seolah sudah sembuh. Aku ceria, aku akan sekolah lagi. Aku... tersenyum aku membayangkan keindahan yang kurasakan apabila aku sembuh nanti.......Aku merasa melayang karena bahagia, tubuhku ringan...Sampai akhirnya aku terbangun dari lelapku. Tetapi aku tak tahu dimana keberadaanku. Semuanya berwarna putih, bersih... Aku melihat Bapak dan ibuku sedang berada di samping tempat tidurku, menatapku dengan senyuman yang dipaksakan. Ternyata aku sedang berada di Rumah Sakit.
Aku menatap mereka tanpa bisa bicara. Aku membuka mulutku untuk menyapa ,mereka tapi kelu. Aku mau minta maaf Bapak, Ibu, aku belum sempat mengucapkannya.
Aku mencoba bicara, Ya Tuhaan. Aku tak sanggup lagi memgeluarkan kata kata. Kenapa mulutku kelu dan sulit untuk kugerakkan. Aku belum sempat mengucapkan permohonan maafku pada orangtuaku. Aku mencoba sekuat tenaga untuk menggerakkan bibirku tetapi seluruh usahaku sia-sia. Akhirnya aku hanya bisa meneteskan airmata. Airmata itu mengalir dari ujung kedua mataku. Kulihat orangtuaku terkejut melihatku menangis tanpa suara. Untuk pertama kali aku melihat, Bapak dan ibuku beruurai airmata juga, mulut mereka bergerak gerak, tapi aku tak sanggup mendengar apa yang mereka ucapkan. Mereka mengenggam tanganku, aku terus menitikkan airmata. Ibu membawa tanganku ke dadanya, mencium telapak tanganku. Dalam uraian airmatanya dia mengukir sebuah senyum, Oh ibu... mungkin ibu berusaha menyampaikan bahwa dia menyayangiku. Dia berusaha tersenyum dalam sedihnya, mungkin itu tanda bahwa dia memaafkanku. Setidaknya itu yang bisa aku terjemahkan. Aku sudah tak bisa mendengar, aku sudah tak bisa berkata kata, tetapi mataku masih bisa menatap kabur terhalang airmataku yang terus jatuh tanda penyesalanku. Maafkan aku ibu...
Aku tak bisa bergerak lagi. Aku tuli. Aku buta. Tapi aku melihat mereka. Semua menangis. Mengelilingi aku. Ibuku menjerit jerit. Happy, Ibu memaafkanmu Nak... Ibu memaafkanmu. Semakin Ibuku meratap memanggil manggil namaku. Aku diam. Aku beku. Aku mendengar suara suara dzikir dan Surat Yaasin di baca di sekitarku.

21 Januari 2010

ARISAN

"Aku bosan punya suami dia", kata bu eti.
"Kerjanya makan dan tidur melulu".

Aku bosan punya suami dia, " kata bu riske.
"Kerjaaaaa terus gak berhenti".

"Aku bosan ga punya suami, suami ibu buat saya aja deh, kata bu Meyla.

Bu Riske, Bu Eti terdiam.

RAPUH

Begitu sulit merabamu
Apalagi dalam gelap rahasia bumi
Dini hari tak jua usai kudapati
jawaban dari segala tanya yg semakin mengabadi.

Detak waktu tiba tiba menyakitiku
Menggema di rongga jiwaku yg sempit
Sesak oleh rindu kau yang lalu

Kutak ingin embun berubah menjadi danau
Kutak ingin embun itu tumpah menjadi air bah

Aku merapuh
patah di jarum waktu
Aku meradang
Mengoyak keterbatasan
Ternyata begitu sulit
Mengharmonikan perbedaan

KIDUNG MALAM

Senja merayap rindu sunyi
ketika burung pulang sarang
gelap garang menjanjikan keajaiban
maka sini anakku
Kupejamkan matamu dengan kidung purba

Temui dia di lelapmu
mimpi itu akan membawa jalanmu menuju pelangi

MAK, KAU SUDAH MATI

Mak,
Rupanya kau sudah mati
Tak sempat kau mengalirkan asimu di tubuhku
Mak,
Rupanya kau sudah tewas terlindas miskin moralitas
Tak sempat kau mengukir doa untuk surga
Mak,
Rupanya kau sudah mati
Meninggalkan tubuh ini di bumi tanpa sempat kau titipi mimpi
Mak,
Aku masih akan hidup beribu tahun lagi
Tapi tak bisa ku rangkai doa untukmu Mak
Karena waktuku kau bawa pergi
Sedetik setelah kau tinggalkan aku di tong sampah ini.

LEPAS PELUKMU

Lepaskan pelukmu
Kau memenjara waktuku
Tak angan mewakili ingin
Tak mimpi di bukan semu mati
Tak.

Lepaskan pelukmu
Peluhmu membasuh gelapku
Mengalirkan empedu liar Meneteskan di bukan bumi
Melawan gravitasi

Tinggalkan aku
Ini sudah dini hari
Pelukmu menyesakkan tak indah lagi bahkan menyakiti
Meninggalkan luka maya
Di sekujur jiwa
Menua
Di penjara asa
I
Allah ya Rabb,
Aku tahu Engkau tahu yang maha Pengampun,
Tapi dlm kebodohanku aku tetap memohon padaMu. Basuhlah debu dosa yg melekat di sekujur tubuhku ya Habib, hingga bening hati dan tubuh ini melangkah mencariMu.
Aku serakah yg Khalik, tak henti meminta remah remah mimpi. Beri aku kekuatanMu unt membesarkan titipanMu. Aku takut tak bs mengantar mereka ke dunia absurd yg penuh kenikmatan yg menipu..Berikan ilmuMu... Hingga aku bs mengukir jeruji besi di hati dan akal anak anakku...Agar mrk sanggup mempertahankan batas mana halal mana haram. Aku minta padaMu ya Allah...

II
Tuhanku,
Aku tahu aku buruk,
Aku jg tahu, aku tak cukup pantas unt Kau peluk
Aku tahu aku berdebu
Aku tahu aku keruh
Tapi aku tak ragu aku pasti Kau rengkuh

Selalu ya Rabb,
selalu panggil aku kembali ketika aku terlalu jauh pergi
antara petak petak jalan yang Engkau ridhoi
Arah jalanku kadang berkabut ya Habib,
Maka dgn airmata ini aku memohon padaMu
Aku ingin adzan di hatiku
Aku ingin adzan itu membelenggu ribuan syarafku dan tak melepasnya sebelum lima waktuku kutegakkan di tengah hiruk pikuk duniaku.

Kabulkan doaku ya Dzat yg maha memberi
Aku ingin adzan itu
Aku ingin adzan itu
Aku ingin adzan itu
Aku ingin adzan itu
Sampai waktuku
Aku ingin adzan itu.

III
tatapan mata itu kadang memicu gigilku
Aku takut mengukir sejarah palsu penuh tipu
sorot mata itu sering membangunkanku tengah malam
Menuding...
Menyemburkan kata kata
Manaa mutiara yg kau janjikan pada kami?
Peluh membalut tubuh
dan aku terbangun dlm getaran rapuh...
Tunggu anak anak bumi
Aku sedang merangkai melati
Bkn mutiara tapi lihat indahnya sama...

Tuhan...Tuhan kemana lg aku hrs mengadu
Hanya dgn TanganMu
Mutiara itu muncul dan mengabadi di hati pencari ilmu itu.
LEARNING JOURNAL 6
REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT
Tanggal 14 Januari 2010
Di SMP Negeri 1 Leuwiliyang.
Pertemuan ke enam ini merupakan session terkhir dari rencana pemberian materi dari program Bermutu ini. Berikut hal hal yang aku peroleh hari ini:
Refleksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk melihat kembali apakah rencana tindakan yang dilaksanakan dapat menghasilkan perbaikan pembelajaran sesuai dengan yang kita inginkan. Pada dasarnya refleksi merupakan kegiatan analisis-sintesis, interpretasi, dan eksplanasi terhadap semua informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan. Data atau informasi yang terkumpul perlu dianalisis, dicari kaitan antara yang satu dengan yang lainnya, dibandingkan dengan pengalaman sebelumnya atau dengan standar tertentu, untuk mengevaluasi keberhasilan perbaikan pembelajaran yang dilakukan. Jika perbaikan pembelajaran belum berhasil sebagaimana yang diharapkan maka kita perlu menindaklanjuti dengan melakukan analisis untuk mencari penyebab ketidakberhasilan perbaikan pembelajaran.
Setelah menemukan akar permasalahan yang menjadi penyebab belum berhasilnya perbaikan pembelajaran, maka langkah selanjutnya adalah membuat rencana perbaikan pembelajaran untuk menghilangkan akar permasalahan tersebut pada siklus kedua. Namun, jika tindakan berhasil memperbaiki kualitas pembelajaran, maka bisa saja PTK dilanjutkan pada siklus berikutnya untuk lebih mengoptimalkan kualitas, atau PTK diakhiri dan hasil-hasilnya disusun menjadi laporan.
Tahap refleksi bukan merupakan tahap yang mudah bagi guru, khususnya guru peserta yang belum terbiasa melakukan PTK. Pada tahap ini diperlukan kemampuan untuk berpikir analitik secara kritis, terhadap semua data, fakta dan fenomena yang terjadi, kemudian menghubungkannya dengan rumusan, tujuan, serta rencana tindakan sebagai alternatif solusinya. Artinya, diperlukan upaya merenung dan berpikir secara serius dan mendalam, dengan mengingat tentang berbagai konsep, prinsip, pengalaman praktis yang terkait dengan pembelajaran yang telah dipertimbangkan dalam menyusun rencana tindakan. Hasil refleksi diungkapkan dalam bentuk narasi ilmiah.
PENGERTIAN
Refleksi merupakan kegiatan telaah terhadap tujuan PTK, hasil analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pelaksanaan rencana tindakan, untuk menetapkan atau mengevaluasi ketercapaian tujuan perbaikan pembelajaran.
Hasil refleksi dituangkan kedalam narasi ilmiah, yang akan menjadi bagian dari sisi laporan PTK.
Tindak lanjut merupakan kegiatan selanjutnya yang harus dilakukan guru peserta setelah memperoleh simpulan dari interpretasi data dan refleksi.
• Apabila hasil refleksi menunjukkan bahwa tujuan perbaikan pembelajaran belum berhasil seperti yang diharapkan, kegiatan perbaikan tindakan dilanjutkan pada siklus berikutnya. Untuk menentukan tindak lanjut yang tepat, guru peserta perlu mencari faktor-faktor yang diduga kuat sebagai penyebab kekurang-berhasilan perbaikan pembelajaran. Penyebab inilah yang harus digunakan sebagai dasar untuk merumuskan rencana tindakan pada siklus berikutnya.
• Apabila hasil interpretasi dan refleksi diperoleh simpulan bahwa tindakan yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, guru peserta dapat melanjutkan ke siklus berikutnya untuk lebih mengoptimalkan hasil perbaikan, atau mengakhiri PTK dan menyusun laporan.
Rencana tindak lanjut untuk siklus berikutnya dituangkan dalam skenario pembelajaran dalam bentuk RPP dengan berbagai perangkatnya.
LANGKAH MELAKUKAN REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT
Langkah-langkah melakukan refleksi:
1. Cermati tujuan dalam PTK dalam upaya memperbaiki pembelajaran yang diinginkan.
2. Cari penyebab keberhasilan atau kekurang-berhasilan dari analisis dan interpretasi.
3. Cermati uraian pada deskripsi temuan
4. Buat ringkasan naratif dari hasil refleksi tersebut tersebut.
Langkah-langkah menentukan tindak lanjut untuk siklus berikutnya:
Berdasarkan hasil refleksi rumuskan tindak lanjut yang harus dilakukan untuk memperbaiki atau meningkat kualitas pembelajaran. Langkah tindak lanjut meliputi:
1. memilih atau menetapkan topik pembelajaran berikutnya,
2. menetapkan strategi pembelajaran yang sesuai,
3. menyusun skenario pembelajaran (RPP),
4. penyusun perangkat pembelajaran yang diperlukan,
5. menyusun atau memperbaiki instrumen untuk pengambilan data,
6. menetapkan jadwal pelaksanaan tindakan,
7. jika diperlukan dapat dilakukan simulasi atau ujicoba skenario dan perangkat.
LEARNING JOURNAL 5
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
Tanggal 14 Januari 2010
Di SMP Negeri 1 Leuwiliyang.
Penelitian tindakan kelas merupakan metodologi yang berorientasi praksis (praktik). Pada analisis perhatian peneliti lebih pada pemahaman kasus atau situasi problematik daripada sampel untuk memprediksi.
Analisis data merupakan upaya yang dilakukan untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar. Sedangkan interpretasi data merupakan suatu kegiatan yang menggabungkan hasil analisis dengan pernyataan, kriteria, atau standart tertentu untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab permasalahan pembelajaran yang sedang diperbaiki. Pada proses analisis dibahas hal-hal seperti: apa yang terjadi? apa yang diharapkan terjadi? mengapa tidak terjadi seperti yang diharapkan? apa penyebabnya? tindakan apa yang harus dilakukan? Sedangkan dalam interpretasi dibahas bagaimana cara menemukan makna atau implikasi dari data yang diperoleh. Hasil interpretasi data digunakan untuk mengevaluasi proses dan hasil perbaikan pembelajaran yang dilakukan.
Kedudukan dan Pentingnya Topik Analisis
Analisis dan interpretasi data merupakan tahap yang sangat penting yang harus dilakukan dalam PTK. Tanpa analisis dan interpretasi data, kita tidak akan dapat menarik kesimpulan tentang keberhasilan atau kegagalan dalam perbaikan pembelajaran. Oleh karena itu, para guru peserta harus mempunyai pemahaman dan keterampilan yang memadahi dalam menganalisis dan menginterpretasikan data yang diperoleh pada saat pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
JENIS DATA PTK
 Data dalam PTK adalah segala bentuk informasi yang terkait dengan kondisi, proses, dan keterlaksanaan pembelajaran, serta hasil belajar yang diperoleh siswa.
 Analisis data dalam PTK adalah suatu kegiatan mencermati atau menelaah, menguraikan dan mengkaitkan setiap informasi yang terkait dengan kondisi awal, proses belajar dan hasil pembelajaran untuk memperoleh simpulan tentang keberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran
 Data yang diperoleh dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.




DATA KUANTITATIF:
 Data kuantitatif merupakan data yang berupa angka atau bilangan, baik yang diperoleh dari hasil pengukuran maupun diperoleh dengan cara mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif.
 Contoh data kuantitatif: skor tes awal Tina untuk mata pelajaran matematika= 65, berat badan Tini 47 kg, panjang meja tulis 150 cm.
DATA KUALITATIF:
 Data kualitatif merupakan data yang berupa kalimat-kalimat, atau data yang dikategorikan berdasarkan kualitas objek yang diteliti, misalnya: baik, buruk, pandai, dan sebagainya.
 Contoh data kualitatif: siswa berdiskusi secara aktif, perhatian siswa terhadap matapelajaran IPS rendah, dan rata-rata skor UAS semester ini naik.
TEKNIK ANALISIS DATA KUALITATIF
1) Ada berbagai teknik analisis data, seperti teknik analisis data kualitatif dengan model interaktif. Analisis interaktif terdiri dari tiga tiga komponen, yakni: reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam analisis data seperti ini adalah sebagai berikut.
a) Memilih data (reduksi data)
Pada langkah pemilihan data ini, pilihlah data yang relevan dengan tujuan perbaikan pembelajaran. Data yang tidak relevan dapat dibuang, dan jika dianggap perlu, guru peserta dapat menambahkan data baru dengan mengingat kembali peristiwa atau fenomena yang terjadi selama pelaksanaan rencana tindakan.
b) Mendeskripsikan data hasil temuan (memaparkan data)
Pada kegiatan ini, guru peserta membuat deskripsi dari langkah yang yang dilakukan pada kegiatan a) tersebut.
c) Menarik kesimpulan hasil deskripsi
Berdasarkan deskripsi yang telah dibuat pada langkah b) tersebut, selajutnya dapat ditarik kesimpulan hasil pelaksanaan rencana tindakan yang telah dilakukan.
Analisis dan interpretasi data juga dapat dilakukan dengan mencari ”pattern” atau pola (Guba dan Lincoln, 1981). Analisis dan interpretasi data juga dapat dilakukan dengan cara mencari pola atau esensi dari hasil refleksi diri yang dilakukan guru kemudian, digabung dengan data yang diperoleh dari beberapa pengamat yang membantu. Perhatikan contoh hasil refleksi dan analisis berikut ini (Tabel 5.3).
TEKNIK ANALISIS DATA KUANTITATIF
• Data kuantitif dalam PTK umumnya berupa angka-angka sederhana, seperti nilai tes hasil belajar, disktribusi frekuensi, persentase, skor dari hasil angket, dst.
• Data kuantitatif dapat dianalisis secara deskriptif, antara lain dengan cara:
- Menghitung jumlah,
- Menghitung rata-rata (rerata),
- Menghitung nilai persentase,
- Membuat grafik,
- Dsb.
• Jika diperlukan data kuantitatif dapat dianalisis secara statistik, misalnya:
- Mengitung nilai beda terkecil,
- Mnghitung nilai korelasi antar variabel,
- Dsb.
Pada kegiatan belajar ini hanya akan dipelajari teknik analisis data kuantitatif secara deskriptif.
INTERPRETASI DATA
• Interpretasi data merupakan suatu kegiatan yang menggabungkan hasil analisis dengan pernyataan, kriteria, atau standar tertentu untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab permasalahan pembelajaran yang sedang diperbaiki.
• Interpretasi data perlu dilakukan peneliti untuk memberikan arti mengenai bagaimana tindakan yang dilakukan mempengaruhi peserta didik.
• Interpretasi data juga penting untuk menantang guru agar mengecek kebenaran asumsi atau keyakinan yang dimilikinya.
• Ada berbagai teknik dalam melakukan interpretasi data, antara lain dengan:
1) menghubungkan data dengan pengalaman diri guru atau peneliti,
2) mengaitkan temuan (data) dengan hasil kajian pustaka atau teori terkait,
3) memperluas analisis dengan mengajukan pertayaan mengenai penelitian dan implikasi hasil penelitian, dan/atau
4) meminta nasihat teman sejawat jika mengalami kesulitan.

Dari ringkasan yang aku buat mengenai pembelajaran pertemuan ini sebetulnya masih ada beberapa hal yang mengganjal di hati dan pikiranku. Diskusi mengenai variabel penelitian yang aku lakukan dengan guru pemandu belum memberikan kepuasan. But its OK, aku akan membaca BBM yang belum sempat aku baca secara detil dan lengkap.